Tampilkan postingan dengan label Kota Lahat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kota Lahat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 April 2011

Petani Mulai Tanam Padi Serentak

Foto: Ariel/LAPOS
 TANAM: Memasuki musim selang, petani Desa Banjar Negara melakukan penanaman padi secara serentak, Jumat (15/4).

LAPOS, Lahat - Sejumlah petani di Kecamatan Lahat mulai menanam padi secara serentak karena curah hujan masih berlangsung selama beberapa hari terakhir di wilayah tersebut. “Petani disini sudah kembali menanam padi setelah musim panen raya bulan Februari lalu,” kata Daya (56), petani warga Desa Banjar Negara, Kecamatan Kota Lahat, Jumat (15/4).
Daya mengatakan, hektaran padi di persawahan Banjar Negari sudah ditebar, bahkan rata-rata usia padi antara 10 sampai 20 hari setelah tanam. Bahkan penanaman secara serentak yang dilakukan petani dengan memanfaatkan curah hujan cukup tinggi selama beberapa pekan terakhir.
Selama musim hujan petani menggarap lahan sawahnya karena kebanyakan areal persawahan di Kecamatan Lahat ini belum memiliki saluran irigasi. “Kami sejak turun-temurun tanam padi saat musim penghujan dan setiap tahun hanya dua kali masa panen. Apalagi sekarang lagi musim tanam padi selang,” ucap wanita yang sudah 30 tahun menekuni jadi petani ini.
Menurutnya, penanaman padi secara serentak sangat menguntungkan. Selain musim panenan bersamaan, penanaman serentak juga dapat mencegah penyebaran hama maupun penyakit tanaman padi.
Kemungkinan jika tanam padi pada April dipastikan musim panen akan terjadi awal Juni mendatang. “Kebanyakan petani di sini menanam benih padi unggul, selain mutunya cukup bagus juga memiliki nilai jual,” ujarnya.
Begitu pula, Dijah (50), petani Desa yang sama mengaku, dirinya sudah dua hari terakhir menanam padi karena setiap hari dilanda hujan hingga persawahan teraliri air. Areal persawahan di seberang Lahat ini merupakan sawah tadah hujan karena belum memiliki pengairan. “Kami menanam padi saat musim hujan saja. Pada musim kemarau, persawahan dibiarkan begitu saja,” ujarnya.
Terkait hal ini, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kabupaten Lahat Edi Ishak SP melalui Kabid Produksi Pertanian Amiruddin, mengimbau petani diminta melakukan gerakan tanam padi serentak untuk mendongkrak produksi ketahanan pangan secara nasional. Penanaman serentak dapat menghindari serangan hama dan penyakit juga musim panenan padi bersamaan. “Saya berharap petani sudah melakukan gerakan tanam padi secara serentak," imbaunya. (18)




25 Guru Sub Rayon 3 Rapat Koordinasi

* Persiapan Jelang UN 18 April

Foto: Bernard/LAPOS
 PENGAWASAN SILANG: Rapat koordinasi Sub Rayon 3, perihal persiapan UN yang bergulir 18 April mendatang, dan juga pengawasan silang dipergunakan saat pelaksanaan ujian di sekolah, Jum’at (15/4).

 LAPOS, Kota Lahat - Sebanyak 25 guru pengawas ujian nasional (UN) yang tergabung di Sub Rayon 3, terdiri dari 15 guru dari SMAN 3, 5 orang SMAN 5, dan 5 berasal dari SMAN 1 Gumay Talang melakukan rapat koordinasi perihal persiapan pelaksanaan UN 18 April 2011 mendatang, serta pengawasan dengan menggunakan sistem silang.
    Ketua Sub Rayon 3 Drs Erlambang MM mengatakan, guru yang tergabung di sub rayon ini akan melakukan pengawasan secara silang terhadap siswa yang melaksanakan ujian nasional (UN). Selain itu petunjuk teknis (juknis), petunjuk pelaksana (juklak), dan petunjuk operasional standar (POS).
    “Dengan adanya rapat koordinasi ini, tentunya akan memberikan pembekalan perihal pengawasan sekolah penyelenggara UN, supaya dapat mengembankan tugas negara sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan (UU) yang berlaku,” katanya, disela-sela rapat koordinasi, Jum’at (15/4).
    Hal ini, berkaitan dengan pelaksanaan UN tahun ajaran 2010/2011 dinilai mengalami perbedaan jika dibandingkan tahun sebelumnya, ujian kali ini lebih rumit. Setiap siswa akan menerima lima paket soal UN per mata pelajaran.
    “Melalui sosialisasi ini, mengingatkan pula pada pengawas yang bertugas di sekolah penyelenggara ujian, sekiranya lebih cermat mengawasi biodata per siswa sebelum mengerjakan soal UN, berdasarkan paket yang didapat,” ungkap Erlambang kepada Lapos seraya menambahkan, di Sub Rayon 3 ada 25 ruangan dalam penyelenggaraan UN, tersebar 15 orang berasal dari SMAN 3, 5 guru dari SMAN 5, dan 5 SMAN 1 Gumay Talang.
    Ia menyebutkan, direkomendasikan kepada para pengawas ujian agar tidak menyimpang dari ketentuan yang berlaku, dari juknis, juklak, dan POS UN, dan berikan rasa nyaman kepada siswa yang tengah ujian.
    “Hal ini bertujuan, tidak lain agar guru yang mendapatkan mengawasi siswa tengah melakukan UN, memberikan rasa nyaman dan melaksanakan tugas sebaik mungkin. Itulah harapkan kita, dengan begitu akan menciptakan sumber daya manusia (SDM) berkualitas,” tukas Erlambang.
Sementara itu, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat Erlansyah Rumsyah SE mengatakan, kepada siswa yang akan menghadapi UN pada 18 April 2011 mendatang, sekiranya dapat bersungguh-sungguh dalam belajar.
“Tentunya dengan tambahan mata pelajaran yang di UN kan dari sekolah, maupun dari bimbingan belajar (bimbel), mereka siap dan mengerjakan dengan sebaik mungkin, sehingga menciptakan siswa berkualitas baik,” katanya. (13)